Showing posts with label True Story. Show all posts

18:58 2
Ini cerita tentang ibu guru yang galak dan ringan tangan. Bu guru yang satu ini secara sadar mengaku bahwa dirinya memang sering melakukan hal itu. Menurut dia, hal itu dilakukan karena dia dididik dengan cara keras oleh orangtuanya. Namun, kini giliran murid-muridnya yang menjadi korban.



Dihajar guru pakai kayu pemukul bola kasti. Itulah yang dialami Vika Miftahul Jannah (15), siswi kelas X’4 pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Meulaboh, Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, saat berlangsung pelajaran Olahraga di sekolahnya, Rabu (17/3). Yatim piatu dari almarhum Rusman dan almarhumah Mariani, warga Desa Suak Sigadeng, Kecamatan Johan Pahlawan, ini harus menahan sakit akibat dipukul guru Olahraga di paha kanannya saat ia bersama puluhan rekannya mengikuti pelajaran dari sang guru, Dra Hj Cut Mariani alias Cut Ani.

Pukulan yang diduga dilakukan guru bidang studi Olahraga itu menyebabkan Vika, yang berkulit putih, kini trauma. Jiwanya terguncang. Apalagi di bagian pahanya kini berbekas luka lebam membiru akibat dipukul dengan tongkat pemukul bola kasti. Lagi pula, sebelumnya ia pernah jatuh pingsan karena digampar guru yang sama.

Menurut beberapa saksi mata yang dihubungi Serambi Indonesia, Sabtu (20/3), kesalahan Vika pada Rabu pekan lalu terbilang sepele. Ia hanya salah menyebutkan angka saat semua rekan-rekannya diminta gurunya berhitung dan menyebutkan angka sesuai dengan urutan posisi mereka saat berbaris.

Bukannya mengoreksi kesalahan muridnya secara mendidik dan persuasif, guru Olahraga itu malah menghantamkan pemukul bola kasti dengan keras ke paha Vika. Sang murid mengaduh kesakitan mendapat serangan tiba-tiba dari gurunya. Saat dihubungi terpisah, Sabtu, Vika mengaku dipukul gurunya.

"Padahal, kesalahan saya sepele sekali, tapi saya langsung dipukul. Ini kejadian ketiga yang saya alami dari guru yang sama. Akibatnya, setiap kali saya ikut pelajaran Olahraga dan dengar nama gurunya, nyali saya langsung ciut. Jiwa saya terguncang karena takut. Kawan-kawan lainnya juga takut terhadap ibu guru yang satu itu karena temparamennya sangat tinggi dan suka memukul," ungkap Vika Miftahul Jannah kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya, Sabtu. Saat itu, tatapan matanya tampak seperti orang yang tertekan batin.

Menurut Vika, pemukulan terbaru dialaminya Rabu (17/3), saat ia ikut pelajaran Olahraga bersama rekan-rekannya. Gara-gara salah menyebutkan angka urutan tempat berdiri, ia mendapat pukulan keras dari gurunya. Paha kanannya membiru. Beberapa waktu lalu, Vika malah sempat pingsan dipukul guru perempuannya itu.

Akan tetapi, kata Vika heran, meski anggota keluarganya telah melaporkan kasus itu kepada kepala sekolah, guru tersebut tetap tak ditindak. Akibatnya, kasus pemukulan itu terus terulang. Lagi-lagi Vika yang jadi korban. Bahkan, setelah dipukul, Vika ditantang gurunya untuk melapor ke polisi, termasuk untuk melaporkan kasus pemukulan yang dialami puluhan siswa/siswi lainnya di sekolah itu. Guru bidang studi Olahraga itu malah sesumbar bahwa ia memang sangat ingin tidur di penjara.

Kini, Vika bersama rekan-rekannya yang lain mengaku trauma atas kasus pemukulan yang kerap terjadi di sekolah itu. "Mendengar nama guru Olahraga itu saja, saya langsung takut, apalagi kalau sampai bertemu muka. Tapi, sebagai murid, saya tak kuasa menghindar untuk tidak mengikuti pelajaran yang diasuhnya," ucap Vika.

Secara terpisah, Dra Hj Cut Mariani alias Cut Ani yang dihubungi wartawan menyatakan, ia memukul anak didiknya disebabkan ia memang suka memukul dan menggunakan kekerasan dalam mendidik. Hebatnya lagi, saat ia memukul anak didiknya itu, Cut Ani mengaku melakukannya dengan sadar, tanpa rasa kasihan.

"Mau bilang apa lagi, saya juga tak tahu mengapa hal ini bisa saya alami. Mungkin karena sejak kecil saya mendapatkan didikan keras dari orangtua saya," ujarnya santai.

Bahkan, kata Cut Ani, ia juga tak menampik kalau ia pernah memukul Vika Miftahul Jannah dengan pemukul bola kasti saat pelajaran Olahraga berlangsung, Rabu (17/3) lalu. Menurut Cut Ani, banyak anak didik yang ia pukuli jika melakukan kesalahan. Jumlah persisnya tak terhitung lagi, mengingat ia bertugas di SMAN 2 Meulaboh itu sejak 1980-an. Di sisi lain, ia mengaku ingin mengubah sikapnya yang doyan memukul itu, tapi ia tak tahu harus berbuat apa sehingga kebiasaan buruknya itu terus terulang, terutama terhadap siswi yang melakukan kesalahan.

Sebelumnya, Kepala SMAN 2 Meulaboh Marwanto, yang ditanyai wartawan, mengaku telah berkali-kali memperingatkan Cut Ani sebagai guru supaya tak berbuat kasar terhadap anak didik. Namun, hal itu seperti tak digubris. Buktinya, kasus pemukulan murid masih saja terjadi saat dia mengajar.

"Mau bilang apa, baiknya kasus ini kami serahkan saja kepada kepala dinas pendidikan kabupaten supaya segera ditangani," ungkap Marwanto yang terkesan rikuh mengomentari perilaku sang guru senior yang "ringan tangan" di sekolah itu. (edi)

sumber : Kompas.com

04:06
 Masih ingat pembantaian mahasiswa Virginia Tech yang menewaskan 32 orang termasuk salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah S2 di sana?  Pelakunya adalah Seung-Hui Cho. Jauh sebelum dia membunuh 32 orang dalam penembakan massal yang terburuk dalam sejarah AS, Seung-Hui Cho imigran Korea Selatan, dibullying oleh sesama siswa SMA yang mengejeknya karena sifat pemalunya dan caranya berbicara yang menurut teman-temannya aneh, kata mantan teman sekelasnya. 
Cho, 23, seorang senior jurusan bahasa Inggris di Virginia Polytechnic Institute dan State University di Blacksburg, menewaskan 32 orang dalam dua serangan sebelum mengambil hidupnya sendiri Senin. Ia mengirim paket multi-media  NBC News, berupa teks, foto dan video dalam paket yang menyatakan perang serta kebencian terhadap orang-orang yang menurut Cho,  dituduh telah menganiaya dirinya.Chris Davids, seorang mahasiswa  Virginia Tech yang lulus dengan Cho dari Westfield High School di Chantilly, Va, tahun 2003, ingat bahwa Cho hampir tidak pernah membuka mulut dan akan mengabaikan upaya-upaya untuk memulai percakapan. Pernah, dalam sebuah kelas bahasa Inggris, guru mempunyai siswa membaca dengan suara keras dan, ketika tiba giliran Cho, dia hanya melihat ke bawah dalam diam.


Akhirnya, setelah guru mengancam akan tidak akan memberinya memberinya nilai untuk partisipasi, Cho mulai membaca dengan aksen yang aneh, suara yang terdengar "seperti dia memiliki sesuatu di mulutnya," kata Davids. "Segera setelah ia mulai membaca, seluruh kelas mulai tertawa dan menunjuk dan berkata, 'Pergi kembali ke Cina,'" kata Davids. sumber :msnbc.msn.com/


Komentar : Dengan kondisi yang mengalami bullying berkali-kali dan melihat kepribadiannya yang seperti itu maka tindakannya memang sulit diprediksi. Yang pasti bullying yang diterima Cho sangat berpengaruh terhadap dirinya. Saat SMA dan waktu dibullying Cho tidak berani melawan dan semakin beranjak dewasa dengan kebencian dan bercampur dengan berbagai masalah dalam pikirannya maka akhirnya dia mengambil tindakan yang mengerikan. Kayaknya kita perlu mengambil hikmah dari peristiwa ini, saat ada murid atau teman di sekolah yang seperti Cho yang pemalu, aksennya agak aneh hendaknya jangan dibullying.....jangan ada Cho-Cho dewasa yang nantinya akan menyimpan dendam dan amarah yang siap diletupkan setiap saat







05:26 1

Susan Boyle, seorang wanita sederhana yang pekerjaanya adalah sukarelawan gereja dari Skotlandia memukau panggung acara Britain's Got Talent. Ini adalah ajang pencarian bakat penyanyi versi Inggris, Sabtu (11/4), yang ditayangkan televisi Inggris yang disalah satu jurinya adalah Simon Cowell.

Sebelum dia tampil, audiens dan juri menertawakan dan meremehkannya. Boyle adalah perempuan berusia 47 tahun dengan tubuh gemuk. Dia beralis tebal seperti Leonid Breznev dan berparas biasa-biasa saja. Dandanannya pun sederhana. Pokoknya sangat jauh dari gambaran calon idola yang biasa muncul di tayangan-tayangan televisi mana pun. Perempuan asal Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia, itu memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.
Cowell menanyainya dengan sinis, ”Ke mana saja selama ini dan mengapa baru ikut ajang ini sekarang?”

Boyle yang mengaku belum menikah, bahkan belum pernah dicium seorang pria, itu menjawab dengan penuh rasa percaya diri. ”Selama ini saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk tampil dalam acara pencarian bakat seperti ini.”

Cowell bertanya lagi. ”Anda ingin menjadi seperti siapa?”

Boyle dengan penuh gaya mengatakan ingin menjadi seperti Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dia pun menggoyang-goyang pinggulnya yang besar untuk meyakinkan Cowell yang memandangnya dengan ”sebelah mata” pada awalnya.

Akan tetapi, ketika dia mulai menyanyikan lagu I Dreamed a Dream yang diambil dari kisah drama musikal Les Miserables, semua mata pun terbelalak, termasuk ketiga juri Britain’s Got Talent malam itu, yaitu jurnalis dan pembaca acara televisi Piers Morgan, aktris Amanda Holden, dan Simon Cowell. Sejumlah penonton yang berada di studio pun spontan bertepuk tangan sambil berdiri, memuji tinggi-tinggi suara Boyle yang memang sangat apik dan enak didengar.

Cowell yang biasanya terlihat tak acuh pun, malam itu, meletakkan kedua tangan untuk menopang dagunya. Beberapa kali dia menggelengkan kepala, seolah tak percaya dengan ”keajaiban” dari sambutan itu.
Hanya sembilan hari sejak penampilannya di TV, rekaman videonya diinternet telah dilihat sampai 100 juta kali.

Masa Sekolah

Susan pada waktu sekolah sebenarnya mengalami kesulitan belajar , bahkan sering dibullying dengan diberi julukan "Susie Simple". Walaupun diejek dan dicemooh di sekolah dia tidak menyerah dan menghadapi semuanya itu.

'I was born with a disability and that made me a target for bullies.

'I was called names because of my fuzzy hair and because I struggled in class. I told the teachers but, because it was more verbal than physical, I could never prove anything.

'But words often hurt more than cuts and bruises and the scars are still there.'

Tapi walaupun teman-temannya mengejeknya tapi mereka tidak menyangkal kualitas vokal Susan. Susan tekun berlatih. Dia pernah mengikuti lomba nyanyi dan mengakui bahwa dia nervous alias grogi. Pada saat dia mau mengikuti British Got Talent ada yang mengatakan bahwa dia terlalu tua dan itu ajang acara anak muda. Tapi seseorang meyakinkannya untuk terus maju.

Anda pernah dibullying? dicemooh dan diremehkan? Jangan putus asa apalagi membalas. Justru buktikan bahwa kamu punya kualitas. Jangan hanya terpaku pada kelemahan atau kekurangan diri secara fisik.

Buat yang ngebully? Jangan hanya melihat dan menilai dari penampilan luar. Don't judge a book by its cover. Barangkali orang yang anda remehkan sebelumnya suatu saat akan membungkam mulut anda dengan prestasinya.
Powered by Blogger.