Showing posts with label Tips to deal with Bullying. Show all posts

18:44

This checklist provides suggestions for what kids can do when bullying occurs – written for students being bullied, students who witness bullying and the bullies themselves.

If you are being bullied...
Reach Out

Tell an adult. Sometimes you may have to tell more than one trusted adult.
Ask your friends to help you. There is safety in numbers.
Practice what to say the next time you're bullied with your parents, teachers or friends.
Be Cool in the Moment

Stay calm and confident. Don't show the bully that you're sad or mad.
Ignore the bully and walk away.
Remember: Fighting back can make bullying worse.
Change the School Community

Work with others to stop bully behavior; your whole school will benefit.
Remember: A lot of kids have to cope with bullying. You are not alone. No one deserves to be bullied.

If you witness bullying...
Interrupt It

Stand next to, or speak up for, the person being bullied.
Ask the bully to stop.
Comfort the person being bullied and offer friendship.
Get Help

Walk away and get help.
Find an adult who can intervene.
If you are the bully...
Make a Commitment to Change

Talk to an adult, like a teacher or parent, about how to get along with others.
Ask a friend to help you stop your bully behavior.
Apologize to the kids you have bullied.
Focus on Empathy and Responsibility

Think about what it feels like to be bullied -- would you want to be treated that way?
Before you speak, think about whether your words will help or hurt another student.
Change Your Behavior

Resist peer pressure to bully.
If you start to bully, walk away and find something else to do.
Remember: You don't have to like everyone around you, but you have to treat everyone with respect.


Drawn from Stop Bullying Now, an initiative of the U.S. Department of Health and Human Services.

05:33

Bullying kita pahami sebagai tindakan negatif yang dilakukan dan menimbulkan ketidaknyamanan dari seseorang atau beberapa orang ke orang lain. Jadi kita memahami bahwa bullying itu melibatkan dua belah pihak, ada pelaku dan ada yang jadi korbannya Tapi kenyataannya bullying juga ternyata bisa dilakukan terhadap diri sendiri. Maksudnya?
Kalau kita sadar atau tanpa sadar merendahkan diri sendiri atau jelasnya mengejek diri sendiri, ebenarnya hal itu sudah termasuk bullying terhadap diri sendiri. Misalnya seseorang yang gagal melakukan sesuatu maka dia berulang-ulang mengatakan kepada dirinya sendiri,”wah bego ya aku”, “aku benar-benar guoblok banget,” “aku benar-benar gatot alias gagal total”, “wah cacat ya aku”, “ dan lain-lain Ada lagi ungkapan yang mengarah kepada mengata-ngatai atau memaki-maki diri sendiri, mengucapkan bahasa atau kata-kata fauna, contohnya tidak perlu diungkapkan di sini karena sangatlah kasar dan vulgar. Tindakan ini sebenarnya mengarah kepada bullying secara verbal yaitu memaki-maki diri sendiri.
Memang tidak ada hukumnya orang dilarang untuk memaki-maki diri sendiri tetapi sesungguhnya dari segi psikologis saja sangat tidak baik. Memaki-maki diri sendiri atau bahkan mencap atau melabel diri sendiri secara negatif tentu saja bukan cara yang tepat. Dengan melakukan hal semacam itu, lama-kelamaan kita akan memiliki citra diri atau cara pandang yang negatif terhadap diri sendiri. Bahkan kalau kita terus menerus melakukan hal tersebut, lambat laun otak kita akan merespons dengan negatif apa yang akan kita lakukan. Misalnya saat kita mencoba melakukan sesuatu lalu gagal dan langsung kita berucap,”saya kok goblok amat nih”, saya........, saya.......... Terus-terusan kita mengucapkan hal tersebut. Suatu saat kita mencoba melakukan hal yang sama, otak kita sudah merekam apa-apa yang pernah kita katakan sebelumnya, maka otak kita akan mengirim pesan,”ngapain dicoba, bukankah kamu goblok?”. Nah loh, kalau sudah seperti ini, maka kita tidak akan berkembang dong.
Dari segi etika juga tidak baik kalau kita ketagihan membully diri sendiri. Apalagi dari sisi spiritual, hendaknya kita mengucapkkaan kata-kata berkat atau kata-kata positif ketimbang mengoleksi perbendaharaan kata-kata negatif dan mengucapkan untuk diri sendiri.

19:16 5

Tips menghadapi Bullying




Tidak perlu membalas – kamu akan mengalami situasi yang lebih buruk kalau membalas.

Kuatkan dan teguhkan hatimu. Tetaplah percaya diri sekalipun sulit. Pelaku bullying seringkali mengambil keuntungan dari orang yang dianggapnya lemah

Katakan kepada pelaku bullying untuk menghentikan aksinya. Katakan,"stop" atau "jangan lakukan" akan membuat anda lebih berani dan tidak takut.

Nyantai aja dan segera berlalu - tunjukkan bahwa anda tidak mudah dilemahkan oleh pelaku bullying

Jangan panik - atau emosi atau bereaksi. Tunjukkan bahwa hal itu tidak mempengaruhi kamu.

Hindari tempat-tempat yang menjadi area mangkalnya para pelaku bullying.

Ceritakan kepada orang yang anda percaya, baik teman, guru atau orang tua. Dengan menceritakan, anda bukan pengadu tetapi sebenarnya membantu untuk memecahkan masalah bullying.

Ingatlah dan tanamkan dalam pikiran kamu bahwa mereka tidak akan bisa melukai kamu. Pelaku bullying hanya ingin menunjukkan bahwa mereka punya "power" atas diri kamu padahal mereka sebenarnya pengecut. Orang yang benar-benar punya power tidak akan merendahkan atau menghina atau melenahkan orang lain.

Ingatlah bahwa sebenarnya pelaku bullying itu mungkin iri sama kamu. Jadi tetaplah percaya diri. Julukan memang tidak lucu tetapi sebenarnya di dalam hari para pelaku bullying itu sebenarnya tidak memiliki sesuatu yang kamu miliki yang membuat kamu bisa melakukan yang terbaik.

Jangan merasa malu atau rendah diri ketika dibullying. Kamu adalah orang yang normal. Jangan merasa bersalah karena saat dibullying sebenarnya itu bukan salahmu.
Powered by Blogger.